{"id":28538,"date":"2026-07-29T10:59:55","date_gmt":"2026-07-29T08:59:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sotelnas.net\/?p=28538"},"modified":"2026-07-29T10:59:58","modified_gmt":"2026-07-29T08:59:58","slug":"16-macam-oleh-oleh-khas-kediri-yang-wajib-dicoba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sotelnas.net\/?p=28538","title":{"rendered":"16 Macam Oleh-Oleh Khas Kediri yang Wajib Dicoba"},"content":{"rendered":"\n<p>Kediri terkenal sebagai salah satu kota bersejarah di Jawa Timur yang tidak hanya menawarkan destinasi wisata menarik, tetapi juga beragam kuliner dan produk lokal yang lezat untuk dijadikan buah tangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah <strong>16 macam oleh-oleh khas Kediri<\/strong> yang wajib Anda coba:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tahu Takwa<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahu Takwa adalah&nbsp;<a href=\"https:\/\/festivalsofdubai.com\/\">bonus new member 100<\/a> ikon kuliner Kediri yang paling legendaris. Berbeda dengan tahu biasa, tahu ini memiliki warna kuning cerah dari kunyit, tekstur yang padat di luar namun sangat lembut di dalam, serta rasa yang gurih alami tanpa bahan pengawet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tahu Pong<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain tahu takwa, Kediri juga terkenal dengan tahu pong. Tahu ini berwarna kuning kecoklatan dengan bagian tengah yang berongga atau kosong. Biasanya dinikmati selagi hangat ditemani cabai rawit atau petis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Getuk Pisang<\/h3>\n\n\n\n<p>Jajanan tradisional berbahan dasar pisang raja nangka ini memiliki cita rasa yang khas\u2014perpaduan antara manis, sedikit asam, dan legit. Getuk pisang biasanya dibungkus dengan daun pisang dan memiliki tekstur yang padat namun pulen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kerupuk Puli (Krecek)<\/h3>\n\n\n\n<p>Kerupuk puli atau yang sering disebut krecek dibuat dari adonan nasi yang ditumbuk halus bersama bumbu rempah, lalu dijemur hingga kering sebelum digoreng. Rasanya sangat gurih dan renyah, sangat cocok dijadikan teman makan nasi atau camilan santai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Stik Tahu<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi pencinta camilan renyah, stik tahu adalah inovasi olahan tahu takwa yang dipotong memanjang, dikeringkan, dan digoreng garing dengan berbagai varian rasa (seperti original, pedas, dan keju). Camilan ini praktis untuk dibawa bepergian karena tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Sambal Tumpang Kediri<\/h3>\n\n\n\n<p>Sambal tumpang terbuat dari tempe semangit (tempe yang sudah berfermentasi atau hampir busuk) yang dimasak dengan santan dan aneka rempah. Rasanya sangat gurih, pedas, dan memiliki aroma khas yang menggugah selera. Biasanya tersedia dalam bentuk pasta siap saji dalam kemasan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Kacang Sembunyi<\/h3>\n\n\n\n<p>Kacang sembunyi adalah kue kering tradisional di mana sebutir kacang tanah dibalut adonan tepung tipis yang dilipat rapi, lalu digoreng hingga renyah dan dibalut karamel gula. Rasanya manis, gurih, dan bertekstur kriuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Keripik Bekicot (Siput Darat)<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi pencinta kuliner ekstrem, Kediri (khususnya kawasan Desa Jengkol, Papar) terkenal sebagai sentra olahan bekicot. Keripik bekicot diolah dengan higienis, dibumbui rempah gurih, dan memiliki tekstur yang renyah mirip keripik usus atau paru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Stik Keladi (Talas)<\/h3>\n\n\n\n<p>Kediri juga merupakan salah satu daerah penghasil talas berkualitas. Umbi talas diolah menjadi keripik atau stik yang renyah dengan baluran rasa gurih asin maupun manis balado.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Kopi<\/h3>\n\n\n\n<p>Kabupaten Kediri, terutama di lereng Gunung Kelud dan Wilis, menghasilkan biji kopi robusta dan arabika berkualitas tinggi. Membeli bubuk kopi khas Kediri adalah pilihan tepat bagi para penikmat kopi sejati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Cokelat Tempe (Chokek)<\/h3>\n\n\n\n<p>Unik dan kreatif, produk ini memadukan manisnya cokelat batangan modern dengan renyah dan gurihnya keripik tempe khas Kediri. Perpaduan rasa manis dan gurihnya memberikan sensasi unik di mulut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">12. Madu Klanceng<\/h3>\n\n\n\n<p>Madu asli yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat (<em>Trigona sp.<\/em>) dari kawasan hutan Kediri ini memiliki keunggulan pada kandungan antioksidan yang tinggi serta cita rasa khas yang sedikit asam manis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">13. Keripik Buah (Nangka, Salak, dan Pisang)<\/h3>\n\n\n\n<p>Memanfaatkan hasil perkebunan lokal, Kediri memproduksi aneka keripik buah dengan metode vakum frying sehingga kerenyahan, warna, dan rasa manis alami buahnya tetap terjaga sempurna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">14. Wingko Babat Kediri<\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun populer di berbagai daerah Jawa Timur, wingko babat juga banyak dijumpai di Kediri sebagai oleh-oleh favorit. Kue berbahan dasar ketan dan kelapa muda ini memiliki tekstur kenyal dengan aroma panggang yang harum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">15. Telur Asin Kediri<\/h3>\n\n\n\n<p>Telur asin khas Kediri dikenal memiliki kuning telur yang masir (berpasir), berminyak, dan tingkat keasinan yang pas. Sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat atau sambal tumpang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">16. Kerupuk Rambak Kulit<\/h3>\n\n\n\n<p>Kerupuk rambak khas Kediri dibuat dari kulit sapi atau kerbau pilihan yang diolah secara tradisional, dijemur, dan digoreng mekar sempurna. Menghasilkan tekstur yang sangat renyah dan gurih di lidah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kediri terkenal sebagai salah satu kota bersejarah di Jawa Timur yang tidak hanya menawarkan destinasi wisata menarik, tetapi juga beragam \u2026<\/p>\n","protected":false},"author":314,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28538"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/314"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28538"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28539,"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28538\/revisions\/28539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sotelnas.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}